Kantong Hidup
Written on Sunday, August 24, 2008 at Sunday, August 24, 2008.
Sesaat yang terlintas belom kerasa disekujur tubuhku. Langit indah mambang kuning. Semilir dua milir angin tidak dapat kerasa. Meja bundar, telah menjadi saksi kepada putaran waktu hidup. Dan kini hitungan jiwa hilang entah kemana. Mencari aku saat hanya ditemani bulan dan buntel-buntelan asap. Tiada yang bisa mengatasi si arjuna hidup, karena hidup hanya hidup. Sebesar apapun, marah dan benciku didalambiru hatiku. Maka saat sesuatu yang jelek hadir menjadi sahabat hidup terbisiklah hati dengan nada yang membuat kau kaget, bergemerincingan. Burung-burung mulai berdendang, dan aku mulai melamun dengan irama dendangan sang burung-burung yang bebas berterbangan. Ijin yang diberikan hanyalah karena kau bernama manusia, namun terpisah akhirnya saat kau pulang kebawah buat selamanya. Hidup bagaikan ban mobil yang berputar, saat kau salah putar arah maka nyasar juga dia akhirnya. Karena cinta, kegagalan diri, maka matilah dikau tanpa disadari. Kantung sampah, merantai jalur-jalur hidup. karena kekotoran hidup hanya wajar dilontar jauh dari diri yang kotor. Dia bahan ato pohon yang melindungi hidupmu saat kekotoran mulai menhiasi diri. kata-kata jorok mulai terucap dari bibir sang arjuna hidup, kesabaran tak lagi terlihat dalam dirinya. Karena katong sampah yang disimpan buat dirinya telah membuatkan dia berasa seperti sampah yang terbiar di jalanan. Bola mataku sembari mengangguk, cengiran hidup melebar, sang arjuna hidup mulai merasa puas, bagaikan macan yang kekenyanggan saat buruan pertamanya berhasil.
Hasil yang aku sendiri belom tau, namun biarkan piring-piring porselan bulan menjawab segalanya.
Labels: Kantong hidup., Shichie