Welcome

Written on Wednesday, September 3, 2008 at Wednesday, September 03, 2008.

Alam, seakan-akan mengerti rintihan hati. Langit turut menangis saat diri menangis. Karena sosok jiwa ini sudah mati didalam hati. Yang indah itu hanyalah sementara. Tertawa sipemilik hati saat pertama ketemu. Kebahagian yang aku cari selama ini, mungkin menjadi kado buat hidup yang sepi.Saat putaran waktu berlalu, kekosongan hati merajai hati. Kau hilang, dan aku menghilang untk menyendiri. Akhirnya dia yang aku temui, dan kusayangi. Kau bertanya antara dia dan kamu, siapa menjadi pilihan hati. Dan jawabku, dia. Kau bertanya lagi, mengapa dia. Dan aku menjawan, karena kebahagian hatiku ada didalam hatinya, bersemadi kebahagian yang aku butuhkan semuanya bersama dengannya.Apakah aku hanya sosok boneka yang bisa dimainkan, dan tiga bulan itu cukup untuk kamu buktiin apa yang kamu ngerasakan kurang dalam hati kamu sebelum ini?? Seenak-enaknya aja kamu memperlakuin seseorang itu, tanpa kamu berfikir. Karena hati mati, mati juga org yang kamu sayangi. Karena hidup otak, maka mati juga orang yang kamu butuhkan saat hilang otak.Kau tak perlu mengerti apa yang aku coba nyatakan disini. Karena kau, bukanlah seseorang yang bisa mengerti aku, semakin lama putaran waktu berlalu. Maafkan aku, bilatiba saatnya aku harus pergi dari kamu. Karena hati mati buat diri kamu.

Berulang kali, kumemohon kepadamu
namun tak pernah kau sadari
keinginanku demi masa depanmu
agar kita berdua, hidup bahagia
namun semua, kau tak pedulikan aku
sia-sia pengorbananku
maafkan kasih terpaksa kuputuskan
untuk berjalan sendiri
walau harus menyendiri
kutegarkan hati ini
biarku pasrahkan diri
meniti hari-hari sepi, walau bayang-bayangmu
menghantui disetiap tidur ku.

Archives

June 2008
July 2008
August 2008
September 2008
October 2008
November 2008
December 2008
January 2009
February 2009
April 2009
January 2010


Credits

Layout by Yoyo
Image from: Amuca